Senin, 05 Mei 2008

Iron Man Menghina Islam

assalamualaikum...

after i watched that movie...

Menurut ana bhw movie tersebut telah mengaitkan bahawa islam seolah2 seperti pengganas dan suka berperang....

Film action mmg menarik. tapi kalau lah isu sensitif yg di buat oleh orang yahudi kita sendiri tidak sadari...

kalau saja tak ada dalam hati kita yang sensitif akan isu2 seperti ini khususnya hal yg berkaitan dgn agama kita..

Dan kalau lah kita tidak punyai perasaan bila Islam makin berani di rendah2kan..

Mungkin ada "something wrong" dlm hati kita.. muhasabah lah diri kita sendiri...
wallahu 'alam....


sekadar pendapat dr hamba yg hina lagi dhaif..-_-"

Message 4 all of teman sefikroh...

Pesan buat semua :
Syukurlah kepada Allah dengan apa yang
kita punya sekarang...
sadarilah akan kenikmatan itu...
sekarang, kita bagaimana lebih banyak
ingat kepada Allah dan bersyukur atas
apa yang Allah beri sekarang...
sadari pulalah bahwa kenikmatan itu
ujian dari Allah..
karena banyak orang juga yang lalai
karena kenikmatan ...
walaupun apa yang kita punya cuman
sedikit, tidak lebih banyak dari yang
dimiliki orang lain, tapi syukurilah apa
yang ada...
dan semoga dengan itu dakwah kita untuk
kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin semaki
lancar...

HAPPINES

"...Happiness..."
the happinest of people
don't necessarily have the best of everything,
they just make the most of everything
that comes along their way
happiness lies for those who cry,
those who hurt,
those who have searched and those who have tried
for only they can appreciate the importance of people
who have touched their lives
may you have enough happiness to make you sweet,
enough nails to make you strong,
enough sorrow to keep you human
enough hope to make you happy...

Senin, 28 April 2008

Cinta Lelaki Biasa

CINTA LAKI-LAKI BIASA (True Story)


Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan
kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu.
Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui,
gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya,
melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga,
dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang
yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah,
lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt.
Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas.
Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana.
Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik,
kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu.
Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.
Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli
untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul,
bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya
yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,
disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa
dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo
dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar
anak Papa yang paling cantik!

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik.
Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata
kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan
pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara,
masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa,
maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun,
tapi jawabannya tidak harus iya, toh?

Nania terkesima.

Kenapa?

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana,
sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi.
Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.
Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang,
kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak,
dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka
atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka,
melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

Tapi kenapa?

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa,
berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi
menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia.
Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang
dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.
Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya.
Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'.
Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania
menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli.
Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu,
masih sering berbisik-bisik di belakang Nania,
apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli.
Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli
agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli,
begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan,
tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania.
Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik,
tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes.
Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses.
Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya,
bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua.
Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.
Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan.
Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak.
Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.
Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.
Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu.
Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya
yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga.
Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut.
Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.


Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa,
dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa,
tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia,
alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang,
uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu,
an Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra.
Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania,
bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih,
tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli.
Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.
Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu,
tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania.
Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit
yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam,
mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit.
Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi,
dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur.
Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama,
Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.
Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit.
Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit,
kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan.
Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,
didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran
akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas.
Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya.
Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

Dokter?

Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran.
Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.
Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih.
Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter
itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak.
Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,
telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya,
dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya.
Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.
Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!
Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.
Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda.
Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh
darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya
ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak.
Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan,
fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari,
mereka sudah boleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit,
sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak,
mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit,
kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja
mengerti dan memberikan izin penuh.
oh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil,
dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat
dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka,
melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan,
pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah,
Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,
mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra.
Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya
dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.
Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.
Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal.
Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania,
semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya.
Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur,
atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir,
kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik.
Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab.
Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania
dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata
yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.
Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir.
Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu.
Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah
dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania
seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.
Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.
Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.
Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania,
membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia.
Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.
Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop,
rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli,
melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.
Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli
yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari.
Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan,
juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba,
namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!

Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang
penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi,
merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian.
Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik,
barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja,
bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka..
Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,
anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati,
kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.
Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia,
meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya.
Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..

- Asma Nadia -

Kata-kata mutiara

(charlie chaplin);tidak ada yg abadi di dunia fana ini dan itu termasuk kesulitan yg kita hadapi

(francois de la rochefoucauld);ketika kita tak mampu menemukan kedamaian di dalam diri,maka mencarinya di tempat lain tak akan berguna

(ella fitzgerald);yg penting bukan dari mana anda berasal,tapi kemana anda akan melangkah

(jane austen);betapa cepatnya alasan2 datang untuk menyetujui apa yg kita suka

(voltaire);cintailah kebenaran dan maklumilah kesalahan

(ausonius);ia yg tak tahu cara diam,tak akan tahu cara berbicara

(antoine de saint-exupery);tujuan tanpa rencana hanyalah angan belaka

(isaac newton);kalau saya pernah menemukan sesuatu yg bernilai,itu karna perhatian dan kesabaran,bukan sekedar bakat

(george moore);manusia menjelajahi seisi dunia untuk mencari apa yg ia butuhkan dan kembali ke rumah untuk menemukannya

-reader digest

Di Balik Semua Permasalahan.....

Kebahagiaan adalah dambaan setiap orang. Dari cendikiawan yang seluruh waktunya dicurahkan untuk berfikir dan merenung sampai orang awam yang selalu memeras keringat membanting tulang; dari para raja yang bertahta dalam megahnya singgasana istana, sampai kaum papa yang berteduh digubuk tua; seluruhnya menginginkan agar kebahagiaan menjadi miliknya. Kiranya tak seorang pun yang dalam hidupnya menginginkan penderitaan.

Namun ternyata kebahagiaan yang dicitakan itu tidak mudah untuk diraih, dijalan itu Allah simpan ujian berupa permasalahan-permasalahan hidup yang bisa merintangi jalan menuju kebahagiaan tersebut. Permasalahan yang merintangi hadir dengan berbagai variasi tingkatan. Kadang permasalahan yang hadir mampu dihadapi dengan senyum berseri; namun, kadang-kadang muncul pula permasalahan yang dirasa amat berat berat menghinggapi perjalan hidup ini. Dan, bisa jadi membuat kita berfikir tak akan mungkin bisa diselesaikan saking dirasa sulit sekali.

Setiap permasalahan, pastilah mampu kita selesaikan. Karena Allah membuat setiap permasalahan atau ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya, sebagaimana firmannya :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…. “ (TQS. Al-Baqarah : 286)

Tidaklah hadir permasalahan-permasalahan hidup untuk menggapai kebahagiaan itu kecuali pastilah kita mampu untuk menyelesaikannya. Tak ada perkara yang tidak dapat kita selesaikan. Yang ada hanya kesabaran kita untuk mengikuti proses untuk penyelesaian masalah tersebut. Dan, proses penyelesaian masalah tersebutlah yang justru akan membawa kita pada kebahagiaan. Suatu kebahagiaan yang hakiki, karena disandarkan kepada Sang Ilahi Rabbi, Allah swt.
Karenanya, Sekiranya ada yang tidak lulus dari ujian-Nya, sesungguhnya itu lebih disebabkan kesalahan manusia dalam menyikapinya.

Ketidaksabarannyalah yang menggagalkannya mendapatkan kebahagiaan. Ketidakyakinannya bahwa segala permasalahan berasal dari Allah, justru yang menjadikan masalah itu menjadi pelik untuk dihadapi. Padahal, apabila kita berpandangan positif kepada Allah, terus meningkatkan kedekatan kita kepada Allah, meminta pertolongan hanyalah kepada-Nya, insya Allah masalah tersebut lambat laun akan terurai dengan rapi.

Disinilah kiranya kesadaran akan keberadaan Allah akan semakin terasakan. Kesadaran bahwasanya Kekuasaan Allah senantiasa lebih besar bila dibandingkan dengan kesulitan yang dihadapi manusia. Hanya Allah yang memiliki keajaiban pertolongan. Dan keajaiban pertolongan-Nya, hanya didapat oleh mereka yang percaya bahwa Allah berkehendak memberikan pertolongan. Kalau bicara bahasan ini, saya teringat perkataan Ust. Yusuf Mansyur* berkenaan dengan hal ini. Beliau berkata, “bicara Tentang Pertolongan Allah, itu bicara tentang kekuatan iman, itu bicara tentang keajaiban iman.” Firman Allah :
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.” (TQS. At-Takwir :29)
Lebih jauh beliau menjelaskan, hadirnya permasalahan hidup bagi manusia, akan memberikan nilai-nilai pencerahan bagi manusia, diantaranya :

1.Membangun optimisme, yang akan melahirkan keyakinan hanya kepada Allah tempat segala pengharapan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.(TQS. Al-Fatihah : 5)

2.Motivasi, yang akan melahirkan sifat tidak pernah merasa putus asa dari pertolongan Allah
“(kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri “(TQS. Al Hadiid: 23)

3.Menjadikan Allah sebagai wakil atas segala urusan di alam semesta
“Jika mereka sungguh-sungguh ridla dengan apa yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada mereka, dan berkata :”Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dahn demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah(tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka) .”(TQS. At-Taubah : 59)

4.Tiada yang tak mungkin bila Allah berkehendak“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya “Jadilah”, maka jadilah ia.”(TQS.an-Nahl : 40)

5.Ketidakberdayaan manusia, akan melahirkan sifat kepasrahan penuh kepada Yang Maha Perkasa
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak member pertolongan), maka siapakah yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (TQS. Ali Imran : 160)

6.Manusia sangat dhaif, akan melahirkan sifat syukur atas semua kehendak-Nya,
“Dan dia berdoa,” Ya Tuhanku, berilah aku ilahm untuk tetap mensyukuri nikmnat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridlai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (TQS. An-Naml: 19)

Saudara, mengejar kebahagiaan di dunia dan akhirat bukanlah jalan mudah dan mengasyikan. Siap-siaplah seandainya beraneka macam permasalahan merintangi perjalanan. Bersabarlah dan Jadikan pertolongan Allah sebagai perbekalan.

Ingat, kita berhak dan bisa mendapatkan pertolongan Allah, asal kita sanggup meyakinkan Allah bahwa kita layak ditolong.
Wallahu a’lam


Catatan Tasqif Maret 2008

W A N I T A

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat
saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan
nifas yang tak ada pada lelaki.

9. Dll.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya
berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN
WANITA ".

Tapi...Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di
tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak
akan dibiar terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang
wanita.

Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat
kepada ibunya 3 kali lebih
utama daripada kepada bapaknya?

Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi
tahukah harta itu menjadi milik
pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara
apabila lelaki menerima warisan, ia perlu / wajib juga menggunakan
hartanya untuk isteri dan anak-anak?

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat
dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati
karena melahirkan
adalah syahid dan surga menantinya?

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap
4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara
perempuannya. Artinya,
bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4
orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya
dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang
mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :
sembahyang 5 waktu, puasa di bulan
Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga
kehormatannya.

Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita
jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada
ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala
setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu
mengangkat senjata.


-email dari seorang teman-
Di kutip dari buku 'Fulfilling life'

SUATU malam ketika hujan lebat, seorang penunggang kuda berhenti di pinggiran sebuah hutan tidak jauh dari tepian sungai. Dia ingin berteduh. Setelah mencari, akhirnya dia menemukan sebantang tongkat panjang dan menancapkannya kuat-kuat, sehingga kudanya bisa ditambatkan di sana. Keesokan harinya ketika akan memulai perjalanan kembali dia berfikir bagaimana dengan tongkat ini, apakah dibawa? “Ah, biarkan saja di sini, siapa tahu ada penunggang kuda yang lain yang bernasib sama dengan saya dan mau menggunakan tongkat ini!”. Lalu ida pun meneruskan perjalanannya.

Tak lama kemudian lewatlah seorang petualang yang akan merambah hutan. Melihat tongkat yang berdiri tegak tertancap di tanah dia berfikir, ini akan membahayakan orang lain yang lewat apalagi jika malam hari, tentu akan tersandung. Dia pun mengubah posisi tongkat tersebut, digeletakan ke sisi lagi sehingga tidak menggangu pejalan kaki dan dia pun meneruskan perjalanannya bertualang.

Berikutnya lewat seorang pemancing yang akan memancing ikan tidak jauh dari tempat tersebut. Melihat ada sebuah tongkat panjang yang tergeletak di pinggir jalan, dia langsung berteriak, “Aha… sudah dari tadi aku mencari tongkat untuk mengukur kedalaman sungai sehingga aku bisa memancing ke tengah sampai batas pinggang akhirnya ketemu juga!”

Dia pun membawa tongkat tersebut lalu dipakainya untuk mengukur kedalaman tepian sungai, agar dia bisa mendapatkan ikan yang lebih besar dengan memancing agak ke tengah sungai. Akhirnya memang benar, sang pemancing mendapatkan ikan yang cukup banyak dan besar-besar berkat tongkat panjang tersebut dengan muka berseri-seri, dia pulang sambil mengucapkan terima kasih kepada “tongkat” yang berjasa menolongnya untuk mengukur kedalaman tepian sungai. Selanjutnya, dia berfikir tongkat tersebut ridak akan dibawa pulang, namun dibiarkannya saja tergeletak di tepi sungai tersebut, siapa tahu ada pemancing lain yang membutuhkan agar suka-cita yang dirasakannya sekarang karena memperoleh banyak ikan dapat juga dirasakan oleh pemancing yang lain kelak. Tongkat pun digeletakan di tepi sungai, lalu dia pergi membawa ikan hasil pancingannya.

Selang beberapa hari kemudian, tidak ada seorang pun yang melewati daerah tersebut dan tongkat pun tergeletak saja di tepi sungai. Semakin hari, kayu tersebut semakin kering. Hingga lewatlah seorang lelaki pencari kayu yang sudah ke sana kemari belum menemukan kayu kering. Kayu itu akan untuk dijadikan kayu bakar untuk menanak nasi bagi keluarganya. Semua kayu yang diperoleh kurang bagus untuk memasak, hingga dia menemukan sebatang tongkat untuk dijadikan kayu bakar. Dengan menggunakan parangnya, kayu tersebut dipotong-potong untuk dijadikan kayu baker di rumahnya.


--------------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya apa yang kita miliki saat ini, hanyalah bersifat sementara, sehingga rasanya agak berlebihan jika seseorang mengklaim bahwa apa yang dimilikinya saat ini adalah miliknya yang abadi selamanya. Tidak ada satu orang pun di dunia ini bisa memiliki segala sesuatu tanpa sepengetahuan dan se-izin Sang Khalik. Dia yang memberi, Dia pula yang dapat mengambilnya dalam sekejap.

Itulah sebabnya, semakin sesorang menerima dan memiliki segala sesuatu, baik fisik (harta) maupun non fisik (jabatan, gelar, kompetensi) seyogianya harus semakin hidup rendah hati, dan syukur. Sudah saatnya, apa yang dimiliki dibagikan kepada orang lain, agar orang lain pun dapat merasakan berkah Sang Khalik melalui uluran tangan kita.

Orang yang memberi tidak akan pernah kekurangan. Namun, mereka yang sulit memberi (pelit) justru akan selalu merasa kekurangan dan ketakutan. Di dalam pemberian ada kebahagiaan dan kebersamaan. Melalui pemberian, kita menyadari bahwa sesungguhnya manusia itu tidak sendiri dalam menjalani hari-hari kehidupannya. Bukankah segala sesuatu itu ada masanya? Ketika masa yang datang kurang menguntungkan dan menjadi beban (paceklik), bukankah Sang Khalik dapat menggunakan tangan orang lain untuk menolong kita?

Cerita di atas dalam konteks organisais berarti juga hubungan yang bersinambungan dengan kewenangan dan program kerja dari generasi ke generasi berikutnya. Ada banyak kasus, seseorang yang dipromosikan menduduki jabatan tertentu tidak memiliki program kerja dan blue print terhadap apa yang dilakukan. Walaupun setidaknya untuk mengamankan masa jabatannya tersebut.

Sebagai contoh, seorang manager produksi di sebuah pabrik; karena tidak memiliki blue print unit kerjanya, yang dipikirkan adalah bagaimana supaya selama menjabat manager produksi tersebut bisa menghasilkan produk sebanyak-banyaknya sehingga dia suatu saat dapat dipromosikan menjadi general manager karena prestasinya. Dia tidak pernah memikirkan, apa yang terjadi dengan unit kerjanya setelah dia tidak di situ lagi dan bagaimana pengkaderan yang sudah disiapkan untuk menggantikannya.

Demikian pula dengan peralatan-peralatan kerja yang ada (ibarat ‘tongkat’) dalam cerita tersebut. Ketika kita hendak meninggalkan suatu tempat, mari mulai memikirkan apa yang sudah kita perbuat untuk memudahkan orang lain setelah kita? Pengumuman di toilet pesawat terbang biasanya tertulis, “Mohon bersihkan toilet ini untuk kenyamanan penumpang berikutnya!” Setidaknya tulisan ini mengisyaratkan pada manusia, bahwa kehidipan ini sesungguhnya sangat berkaitan dengan orang lain dan rentang waktu tertentu. Namun demikian, mereka yang memiliki mental pecundang sulit untuk mengestafetkan tongkat yang dimilikinya. Mari kita lihat perbedaan pecundang dengan pemenang.

Perbedaan PEMENANG atau PECUNDANG dalam mengestafetkan tongkat.
- Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban,
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

- Pemenang selalu mempunyai program,
Pecundang selalu mempunyai alasan.

- Pemenang berkata, “Saya kerjakan bagi Anda.”
Pecundang berkata, “itu bukan tugas saya.”

- Pemenang selalu melihat jawaban pada setiap maslah.
- Pecundang selalu melihat masalah pada setiap solusi.

- Pemenang selalu berkata, “Walau sulit, tapi bisa dilakukan.”
- Pecundang berkata, “Mungkin bisa dilakukan, tapi sulit.”

Bukankah sejak kecil kita telah diajarkan oleh orangtua kita untuk bisa “meneruskan” buku-buku, alat tulis, atau pakaian kita kepada saudara kita berikutnya. Jika benda-benda tersebut masih bisa dipakai. Sekalipun bekas, penggunaan barang-barang tersebut dalam keluarga selain menghemat juga mencerminkan keterikatan emosiaonal sebagai suatu keluarga. Bahkan dalam kehidupan anak kost juga demikian. Jika ada seorang mahasiswa yang telah lulus dan akan pindah ke luar kota untuk kerja, biasanya dia “menghibahkan” barang-barang yang masih bisa dipakai (buku, lemari dan sebagainya) kepada adik angkatannya di kost-an tersebut. Situasi inipun akan menggambarkan nostalgia dan kebersamaan persahabatan yang sulit lekang ditelan zaman. Mengapa tidak kita coba.

Inside out (dari dalam menuju keluar), inilah yang diangkat oleh Albert Achweitzer dalam ceramahnya, “Apa pun yang anda terima lebih daripada yang lain – dalam hal kesehatan, dalam talenta, dalam kompentensi, dalam kesuksesan, dan kondisi rumah tangga dan karier, semuanya itu jangan dianggap sebagai suatu yang wajar. Dengan rasa syukur atas keberuntungan baik tersebut, Anda harus rela mengorbankan kehidupan demi kehidupan sesama.” Selamat mengestafetkan tongkat Anda!
Assalamualaikum................
Hari ini saya merenung,..akan kejadian2 yg telah lewat,baik itu hal2 yang baik dan positif juga yg sebaliknya.Usia manusia memang tak ada yang tahu kapan waktunya.

Saya jadi teringat semua salah dan dosa,jika saya memikirkan kematian,..tapi setel;ah saya larut lagi dalam kenikmatan duniawi apapun bentuknya saat itu pun saya lupa akan kematian.Astaghfirulloh.

Setiap Insan ,pasti ingin berusaha untuk selalu menjadi lebih baik,untuk selalu terus belajar dan memperbaiki diri dan amalan.

Masalahnya Bilakah saat kita akan menjemput ajal,kita sudah siap menghadapinya..?saya semakin larut bermuhasabah.

Saya jadi ingat sebuah syair yang tiba-tiba menyelinap dalam benak saya :

Wahai Tuhan ku tak pantas ke surga Mu
Tapi tak juga aku sanggup ke neraka Mu
Ampunilah dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun
Terhadap dosa-dosa besar

Saya begitu terhanyut dengan syair ini.Mungkin inilah perasaan seorang yang telah membawa perubahan bagi kehidupannya.dari seorang yang berlumur dosa yg tlh tobat.
Yaitu,merasa tak patut mendapat surga dan pula tak sanggup menanggung siksa neraka.

mengingat syairnya saya mencoba membaginya (dari sikap orang kepada surga dan neraka)
menjadi empat kwadran.

> kwadran kelompok pertama yaitu mereka yang merasa(menurut penilaiannya sendiri) pantas masuk surga dan tak takut siksa neraka(audzubillah)

> kwadran kelompok kedua yaitu mereka yang merasa(menurut penilaiannya sendiri) pantas masuk surga dan takut siksa neraka.

> kwadran kelompok ketiga yaitu mereka yang merasa (menurut penilaiannya sendiri) tak patut masuk ke surga dan takut akan siksa neraka.

> kwadran kelompok keempat yaitu mereka yang merasa(menurut penilaiannya sendiri)tak patut masuk ke surga dan tak takut pula siksa neraka(audzubillah)

Ditengah gemerlap kehidupan dunia,dan penuh sesaknya kemaksiatan yg ada di depan mata,..mungkin beberapa bait dari untaian syair tersebut dapat menggelitik relung hati kita..

Semoga Allah SWT selalu menjaga tingkah kita dan selalu melindungi kita dari perbuatan tercela..amiin

Senin, 17 Maret 2008

Aku Dimakamkan Hari Ini




Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah
terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak
pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir,
tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan
dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun
demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan
aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat
dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari
milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af
pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg
sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu
tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg
menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih
sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak
ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

Fw. Akh Akhmad Syaukani (my best pals)

Senin, 18 Februari 2008

Semua ada Waktunya ada Gilirannya

Salam Dari Alam

Selamat pagi.
Coba Anda intip di jendela dan lihatlah ke atas awan.
Ada matahari yang sedang tersenyum cerah. betapapun muramnya mungkin suasana
malam yang telah lalu .
Ada semburat cahaya terang dari langit . betapapun gelapnya suasana malam
kemarin ..
Ada keramaian aktivitas di sudut-sudut jalan . betapapun sepinya suasana
tadi malam ..

Semuanya berganti bergiliran .
Yang cerah menggantikan yang muram
Yang terang menggantikan yang gelap
Yang ramai mengisi gilirannya untuk mengganti yang sepi

Semuanya ada waktunya.
Semuanya ada gilirannya.
Semuanya terjadi begitu sempurna
Begitu halnya dengan Anda dan saya, begitu halnya dengan apa yang Anda
lakukan dan yang saya lakukan..
Semuanya ada waktunya, ada tempatnya, ada gilirannya.

Happiness and Saddness

Bismillahirrahmanirrahim...

Kesenangan yg datang, tak akan kekal,
Begitulah, selepas susah ada kesenangan..
Ujian adalah tarbiyah dari Allah,
Apakah kita kan sabar, atau pun sebaliknya?

It's a wonderful thing about life. Ups and Downs,, Problems and Solutions, Sadness and Happiness. Amazing. But, whatever it is.. it's the best for us from the Lord of the 'Alamin.We love sunshine but He know we need rain. We need laughter but He makes us cry so that our heart wont harden..

And the happiness is best shared with people around you, your loved ones. There are times, you wanted to share it most with one person, but that person is not there. You just dont know where some people are. And you just dont know how they'd react. You had your past, a memory you hold on to. Because at times, that memory cherished your life.. giving you strength to move forward. But carrying too much of the past leaves too small room for the future.

So, the best strength n the true one came from Allah swt. Pray for the best. Not only for yourself, pray for your frens as well. It's lovely when you share your success with others around you.

I miss ulfa, pia, aslim,harun,adi,enning,hamka,pallunk,all of mu friends in high school.. everyone.. Missing a fren who once called me to ask about my result, missing ibu mawardi, who took me for more patients to face the world... Miss semua!!

Selasa, 12 Februari 2008

Tragedi Pete-Pete

Assalamu'alayk...

hmmm...

seperti biasanya, kala matahari masih malu menampakkan sinar indahnya, aku sudah sibuk memainkan tombol hape ku, tat..tit..tut.. tak satu yang terlewati di phone book A - Z

Kadang kebiasaan ini mendapat complain dari beberapa teman sefikroh yang tidak ingin diganggu atau apalah.. hehehe...kebiasaan me miscall subuh, membangunkan mereka sholat...hehehe...Ninaaaaa masih mauka tidurrrrr....

Nah...lets see...kita tinggalkan cerita kebiasaan miscall dulu untuk sejenak, seusai sholat aku mandi, nyetrika, masak, bla..bla..biasa kebiasaan ibu rumah tangga/eh calon ibu rumah tangga pada umumnya....

6.15 am aku berangkat...naek pete-pete (angkot), nah lho di pete-pete....

Mang seh, perasaan aku mang lain sebelum berangkat, mimpi apa aku semalam....
aku duduk paling pojok belakang, di kursi depan aku duduk dua orang pria mencurigakan, gelagat dan gerak-gerik yang aneh, pura-pura tidak lihat saja...

Saat itu aku bertanya, apakah saking kurusnya tubuhku hingga mereka tidak menyadari bahwa ada sosok manusia yang duduk di hadapan mereka? Atau setidaknya sadar sebagai laki-laki bahwa ada seorang gadis manis nan cantik yang sedang duduk di hadapan mereka.


Pria pertama melingkarkan lengan dengan mesra pada pria kedua, pria kedua meremas jari-jari pria pertama.....


WHUEEEKKKSSSS.....oh my Lord....
There's something wrong with both of them...

Hey guys...whats wrong with you...
or i have some trouble with my vision now...
i have to checked my eyes immediately...maybe...hehehe..

Pura-pura tidak lihat, tapi mang dasar rasa ingin tahu memenuhi ruang isi kepalaku...ada apa dengan mereka berdua, apa yang mereka lakukan, inikah yang namanya perbuatan asusila...selugu ituka aku sampai tak tau ada perilaku pria yang selama ini tidak aku ketahui yang ternyata seaneh itu di mataku...hehehe...lugu...

Hmmm...aku mulai mendengar pembicaran mereka yang samar -samar terdengar...berbisik-bisik, diiringi desahan dan tawa yang terdengar aneh...

bulu kudukku merinding...aku ingin melompat dari pete-pete..tidak tahan...tapi...penasaran juga... tidak jadi...lanjut saja, toh kalo ada apa-apa aku cukup "kiri daeng/eh pak supir"

Tidak jelas, terpotong-potong, pembicaran itu samar-samar terdengar...

hehehe...kali ini aku mulai meragukan kemampuan pendengaranku sendiri..

mungkin aku juga perlu memeriksakan telingaku ke poli THT someday..maybe...
or...mang dasar dua pria ini mang aneh kali ya...

Tapi tiba-tiba sentak aku tak tahan lagi saat mereka membicarakan tentang pengalaman mereka berdua di tempat tidur semalam, melakukan "ehm..." astagfirullah.....Naudzubillah...sebejat itukan manusia abad ini?

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, tapi mengapa masih ada saja yang melampiaskan keinginan itu dengan jalan yang tidak semestinya, tidak sewajarnya, tidak halal...Naudzubillah....


Spontan aku sudah tak tahan...
"Kiri pak", ...
" eh..kenapa ki cewek turun, belum sampai..."sopir said.

" tidak ji pak, ada yang saya lupa"

Sepanjang perjalan aku memohon ampun, bertasbih...
Ya..Rabb...terima kasih kau ciptakan aku dengan keadaan dzahir dan bathin seperti sekarang....

tunjuki hambaMu jalanMu yang lurus...
Tunjukkan hamba orang yang bisa kucintai dan mencintaku sungguh karena kami mencintaiMu ya Rabb...

Wallahu'alam...

wassalam...

Senin, 11 Februari 2008

css naruto

/* {-- http://friendster-free-skin-layout.blogspot.com/ Start--} */
body { background-image:
url(http://i239.photobucket.com/albums/ff90/friendster-free-skin/sasuke1.jpg);
background-attachment: fixed; background-position: center center; background-repeat: no-repeat;
background-color: #000000;
}
/* GLOBAL FONTS */
.usercontent { color: #ffffff;
}
/* GLOBAL LINKS */
.usercontent a, .usercontent a:link, .usercontent a:visited,
.usercontent a:hover, .usercontent a:active { color: #ff0033;
}
.usercontent a:hover { color: #003399;
}
/* MASTER BOXES */
.commonbox { border-width: 4px; border-color: #A7A6A4; border-style:
solid; background-color: transparent;
}
.commonbox .evenrow { background-color: transparent;
}
/* MASTER HEADERS */
.commonbox h1, .commonbox h2 { color: #ffffff; background-color:
#790908;
}
/* CONTROL PANEL: BOX */
.controlpanel { border-width: 4px; border-color: #A7A6A4; border-style:
solid; background-color: transparent;
}
/* CONTROL PANEL: USER PHOTO */
.controlpanel .imgblock200 { border-color: #A7A6A4;
}
/* CONTROL PANEL: DATA */
.controlpanel .q { color: #ffffff;
}
.controlpanel .data { color: #ffffff;
}
.data a { color: #ffffff;
}
/* CONTROL PANEL: MORE ABOUT ME LINK */
a.more { color: #ff0033;
}
/* CONTROL PANEL: BUTTONS */
#controlPanelButtons a, #controlPanelButtons a:link,
#controlPanelButtons a:visited { color: #ffffff; border-color: #A7A6A4;
background-color: Transparent;
}
#controlPanelButtons a:hover { color: #ffffff; border-color: #A7A6A4;
background-color: #000000;
}
/* BOX: MORE ABOUT ME */
.moreabout { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY PHOTO GALLERY */
.photos { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY FRIENDS */
.friends { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY VIDEOS */
.videos { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY GROUPS */
.groups { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY TESTIMONIALS */
.testimonials { border-width: 4px; border-style: solid;
background-color: transparent;
}
/* TESTIMONIAL COMMENTS */
.testimonialscomments { border-width: 4px; border-style: solid;
background-color: transparent;
}
/* BOX: MY SCRAPBOOK */
.scrapbook { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: FAN OF */
.fanof { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY FANS */
.myfans { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY REVIEWS */
.reviews { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY BLOGS */
.blogs { border-width: 4px; border-style: solid; background-color:
transparent;
}
/* BOX: MY BLOG REVIEWS */
.blogsreviews { border-width: 4px; border-style: solid;
background-color: transparent;
}
/* MISC: TESTIMONIALS/REVIEWS TEXT */
.data { color: #ffffff;
}
/* MISC: VIEW ALL LINKS */
.commonbox .viewall { color: #ff0033;
}
/* MISC: SMALL PHOTOS */
.commonbox .imgblock75, .ir { border-width: 4px; border-color: #A7A6A4;
border-style: solid; background-color: transparent;
}
/* MISC: SMALL PHOTO NAMES */
.commonbox .dr { color: #ffffff; background-color: transparent;
}/* {-- http://friendster-free-skin-layout.blogspot.com --} */

Minggu, 03 Februari 2008

AFTER I READ : ISLAM AND THE WORLD

Alhamdulillah I have finished reading Islam n the world.

Seperti biasa I’m trying to make my opinion about the book in English…
Bismillahirrahmanirrahim…
Islam n The world. Menceritakan bagaimana Islam membawa perubahan dlm hidup manusia dan bagaimana keruntuhan Muslim yg membawa Islam itu sebenarnya membawa kerugian kepada dunia. Islam masih kekal masih suci masih terpelihara.. cuma pembela2nya mesti bangun! One quotation from the book:

" The major task before the Muslim leaders and thinkers today is to rekindle the flame of faith in the hearts of Muslims. They should do all that the early preachrers of Islam did, and at the same time avail themselves fully of all opportunities the modern age has put into their hands. (Hmmm…so all of you guys out there…be ware..)

The Quran and the Sunnah can still revitalize the withered arteries of the Islamic world. Their study and influence still fire one with the desire to smash the citadel of Ignorance. They have a rousing quality about them that can spur a slumbering people into new life. There will then be born in every Muslim home good men who will fully correspond to the description contained in the following verse of the Quran:

"They were youths who believed in their Lord, and We advanced them in guidance. We gave strength to their hearts; behold, they stood up and said: 'Our Lord is the Lord of the heavens and the earth; never shall we call upon any god other than Him; if we did, we should indeed have uttered an enormity.'" al-Kahf 18: 13-14

The world will then again see living specimens of the religious earnestness and sacrificial spirit of Bilal and 'Ammar, Khabbab and Khubaib, Suhaib and Mus'ab ibn Umair and Uthman ibn Maz'un and Anas ibn an-Nadir; the gentle breeze of faith will once again kiss the face of the earth and a new world quite different from the one we know will come into existence. "

Islam and the world by Sayyed Abul Hassan 'Ali Nadwi

So... beginning a new book….
Eyeshield 21 sebagai intro dulu huaa…ha..ha..ha…

"Ya Allah berikanlah cinta-Mu kepadaku, jadikanlah orang yg mencintai-Mu mencintai aku, dan jadikanlah aku mencintai segala sesuatu yg membawa kepada kecintaan-Mu!"

Cinta kalau bahasanya hati.. itulah cinta hakiki. Kasih jika dasarnya Rabbi.. itulah kasih sejati. Cinta ini pasti diuji kerana itu sudah tradisi janji..

Rainbow from windows of my heart….
February 1st 2008

THINK..THINK…THINK… Nina YOU HAVE TO THINK !

THINK..THINK…THINK… Nina YOU HAVE TO THINK !

Think.. think.. think.. Nina !!!! you have to think….!!!!
I'm that kind of person. I always think a lot.. filter what I'm going to say..but at times when I'm going too nervous, I'd think too fast and my mouth don't seem to be connected to my brain ( whoa..ha..ha..) that I'd say something stupid or not , sure or I might say it halfway before changing my mind after that..

Owh.. I dont know, A lot of things happening to my life recently. Fheeww….!!!
Basically I'm so emotionally unstable. The exams, the patients, the questions, panel discussion, my college, bla bla bla……wa…wa…wa……
.Waaaaaaaaaaaaaaaaaaa ………………………………………
I feel like crying but there's no tears in my eyes.
I feel like shouting but no sound come out from my vocal cord.
I feel like i really want to share my feelings with someone but I dont know who.
Masya Allah…..

Well, I know just one thing..
I remember what my murabbi says…
Apa pun, go back to Allah s.w.t.
I feel so relax when I have that in my mind.

Now, I finally managed to open my yahoo mails.. where i received a lot of news from my brothers n sisters.. I'm not alone.
Whooooaaaahhhh….i’m so glad that I have all of you teman-teman sefikroh…

Ya Allah... please help me.. show me the right way.

Amin..

Tanggungjawab

Bismillahirrahmanirrahim...

Referring to the subject above, sigh...

Semalam kuberjanji pada diriku ini. aku telah berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang aku lakukan kemarin tapi hari ini Kau saksiakan diriku telah melakukan dosa yg kujanjikan . serasa seperti hilang percaya diri.. dan amat malu untuk menghadapMu karena selalu mengingkari janji diriku sendiri. Oh Ya Allah.. ku harap ampunilah dosaku..

Entah aku tengah mendengarkan lagu nasyid apa, tangan ini menekan keyboard komputer. It just that in times. So many things in your head and you dont know how to put it into words. Many times, I'm very bad at organising. I cant arrange which to go first. berbelit-belit. which I kind of find it difficult whenever I'm trying to convey a message/ideas/opinions/reports. that's why, most of times I preferred to remain silence. When people asked : so, do you want to add anything? any opinion? I would usually just nodding or geleng-geleng. No comment... which eventually turn back to me.

God.. It's so hard! It is...

Too many things you wanted to do but it hards when there's one thing that restrict you from moving on. It'll end but... until that time, you just got to be patience.. 'enjoy' it and do your best.. for the sake of Allah.

Jangan difikir derita akan berpanjangan..
kelak akan membawa putus asa pada Tuhan,
Ingatlah biasanya kabut tak akan berpanjangan,
setelah kabut berlalu pasti cerah kembali

Sesibuk itu kah???

Lama tak menulis. Sesibuk itukah aku? memang. Tak terasa, honestly.. satu.. bagian terlewati lagi, bagian lain menunggu, ngaji, ngajar, bagian orthodonsi yang terbengkalai selama hampir setengah tahun dengan pasien yang tidak jelas perawatannya, 3 minggu di prostodonsi dengan refarat yang belum kelar juga , lepas ini bagian periodontologi mulai menunggu membuka lebar mulut geramnya. FINALS..ALLAHU AKBAR, OH MY LORD…

huhuhuhu.. emak!!! tak tahan!!! Sebentar lagi tanggung jawab besar menunggu. Ya Allah.. Engkaulah yg kuminta pertolongan. Bagaimana untuk ku membagi masa yg sesempit ini. bagaimana untuk aku gunakan tenaga yg sekecil ini..
Qul hazihi sabili ad 'u ilallah 'ala basirah...
Kekalkanlah aku di jalan itu sehingga aku bertemu denganmu Ya Allah. amin...

apabila cinta menyapa



Bismillahirrahmanirrahim...

mmm.. bagaimana ingin diungkapkan?

ku simpan seketika..

wassalam

Sabtu, 05 Januari 2008

MELANGKAH DENGAN KEBENARAN

Sungguh suatu hal yang sulit, menjadi seorang yang berusaha untuk senantiasa hidup dalam kejujuran dan kebenaran. Kesulitannya bukan pada mandalaminya secara ilmu. Hal itu bisa dipelajari. Hal yang sulit, adalah pada kemauan, tekad, dan jiwa ini untuk mencari dan menjalaninya, dan berusaha untuk konsisten di dalam komitmennya.

Semua harus diawali dengan keyakinan untuk mau hidup dan berbagi dalam hal kebenaran. Hidup dengan kebenaran merupakan suatu proses, ada “perjalanan” dan “ tempat tujuan” , “ permulaan dan kesudahan”, menuju dan sampai”, serta “ proses dan hasil”.
Kesempurnaan untuk dapat melangkah dalam kebenaran secara total bukanlah suatu hal yang mudah, berbagai upaya, pengorbanan dilakukan. Disertai dengan niat untuk ikhlas untuk senantiasa secara kaffah berjalan dan melangkah di jalan kebenaranNya.

Suatu proses yang harus aku jalani untuk belajar dengan kebenaran, adalah dengan ikhlas, ridho dengan keputusanNya bahwa pernikahanku yang sudah di depan mata harus dibatalkan......Kebenaran dari Allah Azza Wa Jalla, Yang Maha Menetapkan, Yang Maha Benar....Aku mencintainya, tapi di atas segala Kebenaran Allah, aku lebih mencintaiMu.


Dalam Muhasabah....
December 7th 2006
CariesNina

WHAT FRIENDS MEANS FOR ME

Untuk seorang sahabat....

Teman, sahabat, soulmate, pals, cika’, cest, adalah beberapa patah kata yang kerap digunakan untuk mengungkapkan seorang atau beberapa orang yang yang mempunyai arti dan peranan penting dalam hidup Anda. Begitu pula aku.

Ulfa CI, adalah sepenggal nama yang dapat aku ucapkan untuk mengungkapkan “What friends means for me”. Sebuah kata yang tidak bisa aku hapus dari memori software kepalaku. Hingga saat ini, 20 tahun aku mengenalnya, susah, senang, tertawa, bahagia, tersenyum, menangis, pernah aku lewati bersama kata itu....
Ulfa CI.....

Layaknya pelangi, seberapapun aku pernah singgah dengan nama-nama lain yang juga turut andil dalam mewarnai indah pelangi hidupku. Namun, nama Ulfa CI tetap akan menajdi satu warna dominan yang tidak akan bisa tertutupi warna-warna lain yang juga tak kalah indahnya.

Sungguh, aku tidak berharap bahwa Ulfa CI harus membaca tulisan ini. Karena entah dengan cara apa lagi aku dapat menuangkan betapa aku sangat bersyukur bahwa Allah SWT menuliskan di kitab Lauh MahfudzNya bahwa aku ditakdirkan untuk “ma’cest” dengan nama indah bertuliskan Ulfa CI, selain dengan menyebut namanya di setiap sholat malamku.

Rabb, Dzat Yang Maha Memberi Jalan Lurus, kuatkan kami dalam ikatan tali persaudaraan ini hingga kelak kami bersua di surga Adn Mu ya Rabb......
Lia’.....
Rinduka’.....
Maros, 5 Januari 2008

ROMANTIKA SOUL MATE



( Inspired after i read : Khadijah The True Love Story of Muhammad, Biography of Diana, Kutunggu Kau di Pelaminan, Manga : Raxephon )

Saat jiwa ini bertanya akankah kelak kami bersua....


Kembali melihat roman percintaan antara Dody Al Fayed dan Lady Diana. Sungguh suatu roman yang tragis. Dua jiwa bertemu, tapi tanpa raga, cinta mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu. Tapi kisah lain dari Lady Diana dan sang Pangeran Charles juga adalah roman yang tragis. Dua raga bertemu, tapi tanpa jiwa.
Takdir menyatukan raga mereka, tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. TRAGIS...SUNGGUH TRAGIS...

Kepergian Lady Diana diiringi isak tangis setengah miliyar umat manusia, mereka hanya mampu menangis haru, alam jiwa mereka semua hampa, nestapa.
Bagaimana dengan kisah cinta antara Camilla Parker dan Pabgeran Charles? Entah karena inilah yang menjadi pemicu keretakan antara Lady Diana dan Pangeran. Skandal ini membuahkan satu pertanyaan besar, mengapa Sang Pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua seperti Camilla, ketimbang Diana yang sangat cantik dan anggun? Bahkan Charles semakin memperjelas skandal percintaannya dengan terang-terangan menikahi Camilla beberapa tahun kemudian setelah kematian Diana. Charles berani melawan arus, tidak berartikah kecantikan Diana baginya? Apakah pesona perempuan tua seperti Camilla yang membuatnya senekat itu?
Charles layaknya seorang pria yang kesepian. Ibu yang seorang Ratu, dan aturan istana yang begitu kaku membuatnya seperti seorang anak yatim piatu. Jiwa Charles sesak, sakit, kronis. Ia butuh seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengar dan mampu memahaminya, seorang yang bisa memperlakukannya sebagai manusia normal. Kehadiran Camilla dapat memenuhi kebutuhan itu. Sementara Diana yang tumbuh sebagai gadis cantik terlalu lugu untuk segala kerumitan kehidupan Charles. Diana hanya layak sebagai icon istana kerajaan, tidak bagi seorang Charles yang rumit, jiwa mereka tidak bertemu, meskipun raga mereka bertemu.

Team work kehidupan pada intinya adalah pasangan jiwa yang disebut soulmate. Lepas dari berbagai kerumitan poligami, soulmate merupakan pertemuan jiwa yang dilandaskan oleh kesamaan, kesepadanan, keseimbangan, kelengkapan, pertemuan soulmate inilah yang bisa saja terdiri atas dua orang atau lebih. Dalam hal ini dapat dianalogikan dengan sebuah organisasi yang bisa besar pada mulanya kemudian menciut pada akhirnya.
Mari lihat Umar bin Khatab, beliau menceraikan dua isterinya yang sangat cantik (Jamilah dan Qaribah), tapi hidup bersama cucu Rasulullah, Ummu Kultsum binti Ali yang usianya terpaut 40 tahun.
Cinta....oh...cinta....

Itulah......, soulmate merupakan sumber dari semua roman cinta dalam sejarah umat manusia. Baik yang berujung tragis, maupun yang berakhir bahagia.
Jiwa punya hajatnya sendiri, ia lebih bisa mengenali pasangannya sendiri.

Biarkan jiwa bergerak menuju pasangannya. Di alam jiwa, terlalu banyak kaidah dan kebiasaan alam raga yang tidak berlaku.

Sungguh rumit...tapi Agung
Rumit jalan ceritanya........tapi agung suasananya
Rumit untuk dicerna ........ tapi agung untuk dirasakan
Romantika cinta soulmate merupakan bauran kompleks antara kerumitan dan keagungan
Subhanallah......Ya Rahiim........Ya Rahman

When someday that moment come arrive
When i walk as your bride
When i sure that really am
I am really your soulmate
You are really my soulmate
Just say that...
I am the only one
Make me feel like i were the only one
That you adore and you will give the sweetest thing....


Nb.
Suasana IKGM, kerumitan klinik, pasien, ujian bagian, kadang membuat jiwaku ingin melarikan diri, jauh melayang ke alam pikiran yang aku inginkan. He..he..he..mencuri waktu disela-sela kejenuhan untuk menulis kadang bisa meredakan ketegangan jiwa.


Ruang Baca IKGM-UNHAS, 4 januari 2008
Cariesnina 035

Selasa, 01 Januari 2008

LELAH......!

Lelah ………..!!! rutinitas dari hari kehari kadang menjemukan, membuat malas, dan sungguh membosankan. semua kegiatan klinik, pasien, yang kian hari tidak pernah berubah bahkan cenderung makin merosot dan jauh dari perbaikan dan perubahan. ……….bukannya tidak ada usaha dan ikhtiar untuk bisa merubah diri…..tapi dalam lingkungan dan situasi yang kadang tidak mendukung bahkan tidak bersahabat, malah membuat diri semakin hari semakin lebur dengan situasi dan banyak kekhilafan atau mungkin adalah kesalahan yang sengaja dilakukan dan didiamkan dan dibenarkan dengan beribu alasan dan berjuta pembenaran, sungguh munafik ………(ampuni ya Rabb.)

Lalu sampai kapankah akan terus bertahan dan tetap diam dengan situasi dan keadaan, tidakkah terbersit sedikit keinginan atau secuil keyakinan diri untuk bisa mengatakan dan berbuat kalau yang hak itu benar adanya dan yang salah adalah suatu dosa dan pengingkaran. Atau barangkali ingin terus menambah tunpukan dan onggokan sampah serta lumpur hitan dalam catatan kehidupan.

Perubahan tidaklah instan dan seringan membalik telapak tangan atau langsung jadi dengan ucapan sim salabim, yang diperlukan adalah ucapan dan tindakan yang searah dan sejalan, jangan lagi hanya mengeluh berkata dibelakang dan berlindung dibalik kelemahan dan ketidakmampuan diri dengan menuding dan menuduh situasi dan kondisi yang tidak bersahabat, waktu yang belum tepat serta kawan dan rekan kerja yang seolah mencibir dan meremehkan (sok bersih )..lalu kapan ?? bukankah dia akan terus berjalan kedepan tampa sedikitpun mau untuk menoleh apalagi berhenti dan menunggu. Jangankah sejam satu detikpun sang waktu tidak akan pernah kembali, jadi apa yang akan ditunggu.

Benar sekali apapun tidak akan pernah berubah kalau hanya sampai dimulut dan dibibir pemanis kata tampa gerak dan berbuat, bukankah iman itu membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diiringi dengan gerak perbuatan, apakah konsep ini hanya tinggal dalam memori dalam kepala dan ingatan. Atau barangkali memang akan siap memproklamirkan diri menjadi munafik dan siap menentangNYa dengan terjun kedalam dasar lembah panas yang hitam dan teramat gelap……..(alangkah beraninya engkau hai insan yang lemah ….)
Tuhan ………apakah mungkin hujan yang siang ini turun begitu deras dan lebat akan mampu menguyur dan membersihkan alamMu dari sekian banyak kotoran, karat yang melekat, mampukah dikikis hinnga kembali memperlihatkan terang dan bersihnya alamMu dari noda hitam gelap yang menghalangi pandangan, cerahnya langtMu, indah dan menenangkan…………. Mungkinkah….? hati seorang insan yang gelap dan silau bahkan sudah penuh karat hitam noda akan kembali terang …seindah dan secerah alamMu saat ini.

Lalu sekarang apalagi ………..cobalah untuk bergerak , mulailah melangkah kalau memang ingin melihat ada sesuatu yang lain dan baru di sekelilingmu, obati lelah dan kepenatan dengan gerakan aktif dan atraktif, jangan hanya diam di tempatmu tampa mau melangkah, atau apakah engkau mengira tujuan dan keinginan yang kau pendam dan kau gembar gomborkan akan datang sendirinya. Jangan berhayal dan bermimpi seseorang akan mengantarkannya padamu, mintalah kepadaNya dengan sabar dan solat, dan mulailah bergerak, walau mungkin engkau harus merangkak, tapi tanamkan keyakinan seumpama bayi, engkau akan mampu berdiri, melangkah selangkah demi selangkah dan akhirnya mampu berlari demi sesuatu yang mulia dan indah….yakinilah serta katakanlah kalau kebaikan dan kebenaran itu sebuah pilihan yang tepat, walau mungkin dan pasti kalau kebenaran, kebaikan, kejujuran akan selalu mendapat halangan, dan tantangan yang tidaklah mudah, tapi bukankah orang-orang besar itu adalah mereka yang menjadi besar dengan perjuangan, kayakinan dan kekuatan yang terus dan terus ditumbuhkan dengan sekian banyak onak duri dan ujian. Bukankah tidak sedikit dari mereka yang rela dikucilkan, dipenjara, diasingkan dan bahkan kehilangan selembar nyawa demi mempertahankan pilihan mulia mereka, bukankah nama mereka masih jadi buah bibir dan harum sepeninggalnya. (sedangkan kau apa yang akan engkau tinggalkan.Huh)

Bukankah dalam diri masih ada sedikit cahaya dan keyakinan yang masih tersisa, bukankah kau juga manusia yang terlahir dengan fitrah dan cinta kasihNya, tidakkah ingin dikau merindukan kembali kesucian dan ke fitrahan itu. Mulailah ….karena waktumu masih ada..jangan tunda dan tetap menuggu.

Dalam Berbagai Kelelahan dan Begitu banyak kesalahan
Ampuni hamba Ya Rabb..
Ba'da Ashar
24 Ags 2007

Ahlan Wa Sahlan...

Terimakasih telah berkunjung...
Ngintip ya...
truzzz...
isi comment...