Sabtu, 05 Januari 2008

ROMANTIKA SOUL MATE



( Inspired after i read : Khadijah The True Love Story of Muhammad, Biography of Diana, Kutunggu Kau di Pelaminan, Manga : Raxephon )

Saat jiwa ini bertanya akankah kelak kami bersua....


Kembali melihat roman percintaan antara Dody Al Fayed dan Lady Diana. Sungguh suatu roman yang tragis. Dua jiwa bertemu, tapi tanpa raga, cinta mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu. Tapi kisah lain dari Lady Diana dan sang Pangeran Charles juga adalah roman yang tragis. Dua raga bertemu, tapi tanpa jiwa.
Takdir menyatukan raga mereka, tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. TRAGIS...SUNGGUH TRAGIS...

Kepergian Lady Diana diiringi isak tangis setengah miliyar umat manusia, mereka hanya mampu menangis haru, alam jiwa mereka semua hampa, nestapa.
Bagaimana dengan kisah cinta antara Camilla Parker dan Pabgeran Charles? Entah karena inilah yang menjadi pemicu keretakan antara Lady Diana dan Pangeran. Skandal ini membuahkan satu pertanyaan besar, mengapa Sang Pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua seperti Camilla, ketimbang Diana yang sangat cantik dan anggun? Bahkan Charles semakin memperjelas skandal percintaannya dengan terang-terangan menikahi Camilla beberapa tahun kemudian setelah kematian Diana. Charles berani melawan arus, tidak berartikah kecantikan Diana baginya? Apakah pesona perempuan tua seperti Camilla yang membuatnya senekat itu?
Charles layaknya seorang pria yang kesepian. Ibu yang seorang Ratu, dan aturan istana yang begitu kaku membuatnya seperti seorang anak yatim piatu. Jiwa Charles sesak, sakit, kronis. Ia butuh seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengar dan mampu memahaminya, seorang yang bisa memperlakukannya sebagai manusia normal. Kehadiran Camilla dapat memenuhi kebutuhan itu. Sementara Diana yang tumbuh sebagai gadis cantik terlalu lugu untuk segala kerumitan kehidupan Charles. Diana hanya layak sebagai icon istana kerajaan, tidak bagi seorang Charles yang rumit, jiwa mereka tidak bertemu, meskipun raga mereka bertemu.

Team work kehidupan pada intinya adalah pasangan jiwa yang disebut soulmate. Lepas dari berbagai kerumitan poligami, soulmate merupakan pertemuan jiwa yang dilandaskan oleh kesamaan, kesepadanan, keseimbangan, kelengkapan, pertemuan soulmate inilah yang bisa saja terdiri atas dua orang atau lebih. Dalam hal ini dapat dianalogikan dengan sebuah organisasi yang bisa besar pada mulanya kemudian menciut pada akhirnya.
Mari lihat Umar bin Khatab, beliau menceraikan dua isterinya yang sangat cantik (Jamilah dan Qaribah), tapi hidup bersama cucu Rasulullah, Ummu Kultsum binti Ali yang usianya terpaut 40 tahun.
Cinta....oh...cinta....

Itulah......, soulmate merupakan sumber dari semua roman cinta dalam sejarah umat manusia. Baik yang berujung tragis, maupun yang berakhir bahagia.
Jiwa punya hajatnya sendiri, ia lebih bisa mengenali pasangannya sendiri.

Biarkan jiwa bergerak menuju pasangannya. Di alam jiwa, terlalu banyak kaidah dan kebiasaan alam raga yang tidak berlaku.

Sungguh rumit...tapi Agung
Rumit jalan ceritanya........tapi agung suasananya
Rumit untuk dicerna ........ tapi agung untuk dirasakan
Romantika cinta soulmate merupakan bauran kompleks antara kerumitan dan keagungan
Subhanallah......Ya Rahiim........Ya Rahman

When someday that moment come arrive
When i walk as your bride
When i sure that really am
I am really your soulmate
You are really my soulmate
Just say that...
I am the only one
Make me feel like i were the only one
That you adore and you will give the sweetest thing....


Nb.
Suasana IKGM, kerumitan klinik, pasien, ujian bagian, kadang membuat jiwaku ingin melarikan diri, jauh melayang ke alam pikiran yang aku inginkan. He..he..he..mencuri waktu disela-sela kejenuhan untuk menulis kadang bisa meredakan ketegangan jiwa.


Ruang Baca IKGM-UNHAS, 4 januari 2008
Cariesnina 035

Tidak ada komentar:

Ahlan Wa Sahlan...

Terimakasih telah berkunjung...
Ngintip ya...
truzzz...
isi comment...