Rabu, 15 Agustus 2007

She's My Angel...

Minggu ke-2(13 /08/07) ujian di bedah mulut...
Hari ini (07/08.red) pagi-pagi aku siapkan semua kelengkapan ujian. Satu tas penuh dengan bahan ujian, diktat, copyan soal-soal, handbook, catatan-catatan kecil. Berharap setitik bayangan dari bahan tersebut akan muncul dalam ujian ku hari ini. Mengingat semalam semuanya hanya setumpuk kertas yang terasa begitu empuk untuk ditiduri ("_")....("_")...
Klinik terasa begitu mengerikan...pagi yang biasanya kunikmati, perjalanan trans maros-makassar dengan pemandangan sawah, matahari terbit, gunung di ujung mata yang begitu indah, pagi ini tak mampu kunikmati. Sepanjang jalan...dalam kepala ini hanya terbayang wajahnya...bagaimana jika hasil ujianku tidak memuaskan, membayangkan raut wajahnya yang marah saat menatap kertas lembar jawabanku.
Ruang perpustakaan bedah mulut pun yang biasanya jadi tempat paling menyenangkan untukku juga terasa sesak. Menunggunya datang serasa berhari-hari. Biasanya jam seperti ini (10.00 red) dia sudah datang. Tapi sedikitpun alam tidak menunjukkan tanda-tanda kedatangannya.
Kurebahkan kepala di sandaran kursi ruang tunggu pasien bedah...berharap kantuk menghinggapi mata ini, untuk sejenak lari dari ketegangan yang sudah mulai menghantuiku. Tapi sedikitpun mataku tak mampu terpejam...jantungku pun mulai palpitasi, tulangku krepitasi, vena dan arteriku bergantian dilatasi dan kontriksi, kulitku anemis, peristaltikku gaster dan usus ku meningkat, adrenalinku melewati ambang batas.
Ninaaaaa....dipanggil dokterrr....
Dug..dug..dug..kakiku kaku..., ujian di depan mata...dia berdiri di mejanya menungguku dengan pandangannya yang....Dengan berat kulangkahkan kaki menuju akuarium itu, ruangan yang biasanya disebut oleh para co ass bedah mulut sebagai akuarium, dengan dokter-dokter berenang di dalamnya ("_")...
Pintu kubuka, eh...sebelumnya kuketuk dulu...kuangkat kepala memberanikan diri untuk menatapnya...
Wuzz....entah mengapa hati ini menjadi begitu tenang, teduh, berbagai ketegangan yang tadinya begitu menyiksa menit-menit pagi ini jadi buyar,hilang.
Dia menyapaku dengan ramah, menanyakan kabarku, kabar pasien ujianku yang sebelumnya sempat pingsan, lantaran ketakutan melihat ujung needle(baca : Fly karena shock atau mencium bauku yang belum mandi?). Semua hafalanku semalam pun kembali teriang di telingaku. Dia mengeluarkan selembar kertas, penuh dengan tulisan tinta berwarna biru "ini soal ujianmu" seraya menyodorkan kertas tersebut dari map di lacinya. "ambil kursi dan duduk di ujung sana" lagi.
Pukul 10.00 ujianku mulai berjalan. entah mengapa tangan ini terasa begitu ringan bergerak menari di atas kertas kosong, hingga 4 lembar kertas yang kusediakan terisi penuh tak satupun soal yang terlewatkan. Alhamdulillah, semua berkat pertolonganNya, sejak menatap wajah teduh itu pagi tadi, semu terasa begitu ringan, tanpa beban, mengalir begitu saja. Drg. Fonny Dahong. maafkan aku yang selama ini belum mengenalmu dengan baik, maafkan aku yang pernah merasa begitu kesal saat beliau membatalka pasien Odontektomi Impaksi ku. You're my angel doc. Thank's A lot. Semoga rabu depan (15/08/07 red.) semua akan berjalan lancaaar seindah hari ini.

Tidak ada komentar:

Ahlan Wa Sahlan...

Terimakasih telah berkunjung...
Ngintip ya...
truzzz...
isi comment...