Sabtu, 05 Januari 2008
MELANGKAH DENGAN KEBENARAN
Semua harus diawali dengan keyakinan untuk mau hidup dan berbagi dalam hal kebenaran. Hidup dengan kebenaran merupakan suatu proses, ada “perjalanan” dan “ tempat tujuan” , “ permulaan dan kesudahan”, menuju dan sampai”, serta “ proses dan hasil”.
Kesempurnaan untuk dapat melangkah dalam kebenaran secara total bukanlah suatu hal yang mudah, berbagai upaya, pengorbanan dilakukan. Disertai dengan niat untuk ikhlas untuk senantiasa secara kaffah berjalan dan melangkah di jalan kebenaranNya.
Suatu proses yang harus aku jalani untuk belajar dengan kebenaran, adalah dengan ikhlas, ridho dengan keputusanNya bahwa pernikahanku yang sudah di depan mata harus dibatalkan......Kebenaran dari Allah Azza Wa Jalla, Yang Maha Menetapkan, Yang Maha Benar....Aku mencintainya, tapi di atas segala Kebenaran Allah, aku lebih mencintaiMu.
Dalam Muhasabah....
December 7th 2006
CariesNina
WHAT FRIENDS MEANS FOR ME
Teman, sahabat, soulmate, pals, cika’, cest, adalah beberapa patah kata yang kerap digunakan untuk mengungkapkan seorang atau beberapa orang yang yang mempunyai arti dan peranan penting dalam hidup Anda. Begitu pula aku.
Ulfa CI, adalah sepenggal nama yang dapat aku ucapkan untuk mengungkapkan “What friends means for me”. Sebuah kata yang tidak bisa aku hapus dari memori software kepalaku. Hingga saat ini, 20 tahun aku mengenalnya, susah, senang, tertawa, bahagia, tersenyum, menangis, pernah aku lewati bersama kata itu....
Ulfa CI.....
Layaknya pelangi, seberapapun aku pernah singgah dengan nama-nama lain yang juga turut andil dalam mewarnai indah pelangi hidupku. Namun, nama Ulfa CI tetap akan menajdi satu warna dominan yang tidak akan bisa tertutupi warna-warna lain yang juga tak kalah indahnya.
Sungguh, aku tidak berharap bahwa Ulfa CI harus membaca tulisan ini. Karena entah dengan cara apa lagi aku dapat menuangkan betapa aku sangat bersyukur bahwa Allah SWT menuliskan di kitab Lauh MahfudzNya bahwa aku ditakdirkan untuk “ma’cest” dengan nama indah bertuliskan Ulfa CI, selain dengan menyebut namanya di setiap sholat malamku.
Rabb, Dzat Yang Maha Memberi Jalan Lurus, kuatkan kami dalam ikatan tali persaudaraan ini hingga kelak kami bersua di surga Adn Mu ya Rabb......
Lia’.....
Rinduka’.....
Maros, 5 Januari 2008
ROMANTIKA SOUL MATE
( Inspired after i read : Khadijah The True Love Story of Muhammad, Biography of Diana, Kutunggu Kau di Pelaminan, Manga : Raxephon )
Saat jiwa ini bertanya akankah kelak kami bersua....
Kembali melihat roman percintaan antara Dody Al Fayed dan Lady Diana. Sungguh suatu roman yang tragis. Dua jiwa bertemu, tapi tanpa raga, cinta mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu. Tapi kisah lain dari Lady Diana dan sang Pangeran Charles juga adalah roman yang tragis. Dua raga bertemu, tapi tanpa jiwa.
Takdir menyatukan raga mereka, tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. TRAGIS...SUNGGUH TRAGIS...
Kepergian Lady Diana diiringi isak tangis setengah miliyar umat manusia, mereka hanya mampu menangis haru, alam jiwa mereka semua hampa, nestapa.
Bagaimana dengan kisah cinta antara Camilla Parker dan Pabgeran Charles? Entah karena inilah yang menjadi pemicu keretakan antara Lady Diana dan Pangeran. Skandal ini membuahkan satu pertanyaan besar, mengapa Sang Pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua seperti Camilla, ketimbang Diana yang sangat cantik dan anggun? Bahkan Charles semakin memperjelas skandal percintaannya dengan terang-terangan menikahi Camilla beberapa tahun kemudian setelah kematian Diana. Charles berani melawan arus, tidak berartikah kecantikan Diana baginya? Apakah pesona perempuan tua seperti Camilla yang membuatnya senekat itu?
Charles layaknya seorang pria yang kesepian. Ibu yang seorang Ratu, dan aturan istana yang begitu kaku membuatnya seperti seorang anak yatim piatu. Jiwa Charles sesak, sakit, kronis. Ia butuh seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengar dan mampu memahaminya, seorang yang bisa memperlakukannya sebagai manusia normal. Kehadiran Camilla dapat memenuhi kebutuhan itu. Sementara Diana yang tumbuh sebagai gadis cantik terlalu lugu untuk segala kerumitan kehidupan Charles. Diana hanya layak sebagai icon istana kerajaan, tidak bagi seorang Charles yang rumit, jiwa mereka tidak bertemu, meskipun raga mereka bertemu.
Team work kehidupan pada intinya adalah pasangan jiwa yang disebut soulmate. Lepas dari berbagai kerumitan poligami, soulmate merupakan pertemuan jiwa yang dilandaskan oleh kesamaan, kesepadanan, keseimbangan, kelengkapan, pertemuan soulmate inilah yang bisa saja terdiri atas dua orang atau lebih. Dalam hal ini dapat dianalogikan dengan sebuah organisasi yang bisa besar pada mulanya kemudian menciut pada akhirnya.
Mari lihat Umar bin Khatab, beliau menceraikan dua isterinya yang sangat cantik (Jamilah dan Qaribah), tapi hidup bersama cucu Rasulullah, Ummu Kultsum binti Ali yang usianya terpaut 40 tahun.
Cinta....oh...cinta....
Itulah......, soulmate merupakan sumber dari semua roman cinta dalam sejarah umat manusia. Baik yang berujung tragis, maupun yang berakhir bahagia.
Jiwa punya hajatnya sendiri, ia lebih bisa mengenali pasangannya sendiri.
Biarkan jiwa bergerak menuju pasangannya. Di alam jiwa, terlalu banyak kaidah dan kebiasaan alam raga yang tidak berlaku.
Sungguh rumit...tapi Agung
Rumit jalan ceritanya........tapi agung suasananya
Rumit untuk dicerna ........ tapi agung untuk dirasakan
Romantika cinta soulmate merupakan bauran kompleks antara kerumitan dan keagungan
Subhanallah......Ya Rahiim........Ya Rahman
When someday that moment come arrive
When i walk as your bride
When i sure that really am
I am really your soulmate
You are really my soulmate
Just say that...
I am the only one
Make me feel like i were the only one
That you adore and you will give the sweetest thing....
Nb.
Suasana IKGM, kerumitan klinik, pasien, ujian bagian, kadang membuat jiwaku ingin melarikan diri, jauh melayang ke alam pikiran yang aku inginkan. He..he..he..mencuri waktu disela-sela kejenuhan untuk menulis kadang bisa meredakan ketegangan jiwa.
Ruang Baca IKGM-UNHAS, 4 januari 2008
Cariesnina 035
Selasa, 01 Januari 2008
LELAH......!
Lelah ………..!!! rutinitas dari hari kehari kadang menjemukan, membuat malas, dan sungguh membosankan. semua kegiatan klinik, pasien, yang kian hari tidak pernah berubah bahkan cenderung makin merosot dan jauh dari perbaikan dan perubahan. ……….bukannya tidak ada usaha dan ikhtiar untuk bisa merubah diri…..tapi dalam lingkungan dan situasi yang kadang tidak mendukung bahkan tidak bersahabat, malah membuat diri semakin hari semakin lebur dengan situasi dan banyak kekhilafan atau mungkin adalah kesalahan yang sengaja dilakukan dan didiamkan dan dibenarkan dengan beribu alasan dan berjuta pembenaran, sungguh munafik ………(ampuni ya Rabb.)
Lalu sampai kapankah akan terus bertahan dan tetap diam dengan situasi dan keadaan, tidakkah terbersit sedikit keinginan atau secuil keyakinan diri untuk bisa mengatakan dan berbuat kalau yang hak itu benar adanya dan yang salah adalah suatu dosa dan pengingkaran. Atau barangkali ingin terus menambah tunpukan dan onggokan sampah serta lumpur hitan dalam catatan kehidupan.
Perubahan tidaklah instan dan seringan membalik telapak tangan atau langsung jadi dengan ucapan sim salabim, yang diperlukan adalah ucapan dan tindakan yang searah dan sejalan, jangan lagi hanya mengeluh berkata dibelakang dan berlindung dibalik kelemahan dan ketidakmampuan diri dengan menuding dan menuduh situasi dan kondisi yang tidak bersahabat, waktu yang belum tepat serta kawan dan rekan kerja yang seolah mencibir dan meremehkan (sok bersih )..lalu kapan ?? bukankah dia akan terus berjalan kedepan tampa sedikitpun mau untuk menoleh apalagi berhenti dan menunggu. Jangankah sejam satu detikpun sang waktu tidak akan pernah kembali, jadi apa yang akan ditunggu.
Benar sekali apapun tidak akan pernah berubah kalau hanya sampai dimulut dan dibibir pemanis kata tampa gerak dan berbuat, bukankah iman itu membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diiringi dengan gerak perbuatan, apakah konsep ini hanya tinggal dalam memori dalam kepala dan ingatan. Atau barangkali memang akan siap memproklamirkan diri menjadi munafik dan siap menentangNYa dengan terjun kedalam dasar lembah panas yang hitam dan teramat gelap……..(alangkah beraninya engkau hai insan yang lemah ….)
Tuhan ………apakah mungkin hujan yang siang ini turun begitu deras dan lebat akan mampu menguyur dan membersihkan alamMu dari sekian banyak kotoran, karat yang melekat, mampukah dikikis hinnga kembali memperlihatkan terang dan bersihnya alamMu dari noda hitam gelap yang menghalangi pandangan, cerahnya langtMu, indah dan menenangkan…………. Mungkinkah….? hati seorang insan yang gelap dan silau bahkan sudah penuh karat hitam noda akan kembali terang …seindah dan secerah alamMu saat ini.
Lalu sekarang apalagi ………..cobalah untuk bergerak , mulailah melangkah kalau memang ingin melihat ada sesuatu yang lain dan baru di sekelilingmu, obati lelah dan kepenatan dengan gerakan aktif dan atraktif, jangan hanya diam di tempatmu tampa mau melangkah, atau apakah engkau mengira tujuan dan keinginan yang kau pendam dan kau gembar gomborkan akan datang sendirinya. Jangan berhayal dan bermimpi seseorang akan mengantarkannya padamu, mintalah kepadaNya dengan sabar dan solat, dan mulailah bergerak, walau mungkin engkau harus merangkak, tapi tanamkan keyakinan seumpama bayi, engkau akan mampu berdiri, melangkah selangkah demi selangkah dan akhirnya mampu berlari demi sesuatu yang mulia dan indah….yakinilah serta katakanlah kalau kebaikan dan kebenaran itu sebuah pilihan yang tepat, walau mungkin dan pasti kalau kebenaran, kebaikan, kejujuran akan selalu mendapat halangan, dan tantangan yang tidaklah mudah, tapi bukankah orang-orang besar itu adalah mereka yang menjadi besar dengan perjuangan, kayakinan dan kekuatan yang terus dan terus ditumbuhkan dengan sekian banyak onak duri dan ujian. Bukankah tidak sedikit dari mereka yang rela dikucilkan, dipenjara, diasingkan dan bahkan kehilangan selembar nyawa demi mempertahankan pilihan mulia mereka, bukankah nama mereka masih jadi buah bibir dan harum sepeninggalnya. (sedangkan kau apa yang akan engkau tinggalkan.
)
Bukankah dalam diri masih ada sedikit cahaya dan keyakinan yang masih tersisa, bukankah kau juga manusia yang terlahir dengan fitrah dan cinta kasihNya, tidakkah ingin dikau merindukan kembali kesucian dan ke fitrahan itu. Mulailah ….karena waktumu masih ada..jangan tunda dan tetap menuggu.
Dalam Berbagai Kelelahan dan Begitu banyak kesalahan
Ampuni hamba Ya Rabb..
Ba'da Ashar
24 Ags 2007
Ahlan Wa Sahlan...
Ngintip ya...
truzzz...
isi comment...


